Mods Subculture pada tahun 60an mulai lahir di Inggris. Mods ini berkembang dengan pesat sebagai perlawanan anak muda pada era pasca perang dunia dua yang umumnya merupakan golongan buruh. Mereka melawan pandangan umum terhadap kaum buruh yang terkesan berpenampilan monoton bahkan lusuh. Subculture Mods ini melawan pandangan tersebut dengan pemikiran yang modernist, maka dari itu mereka menyerapnya menjadi Mods. Secara penampilan, subkultur ini sangat menonjolkan sisi modisnya dengan menggunakan Military Fishtail Parka sebagai pelindung dari Smart Dressed yang mereka kenakan seperti three button suit and tie dengan penampilan Slim-Fit.
![]() |
![]() |

Mods Subculture pada tahun 60an mulai lahir di Inggris. Mods ini berkembang dengan pesat sebagai perlawanan anak muda pada era pasca perang dunia dua yang umumnya merupakan golongan buruh. Mereka melawan pandangan umum terhadap kaum buruh yang terkesan berpenampilan monoton bahkan lusuh. Subculture Mods ini melawan pandangan tersebut dengan pemikiran yang modernist, maka dari itu mereka menyerapnya menjadi Mods. Secara penampilan, subkultur ini sangat menonjolkan sisi modisnya dengan menggunakan Military Fishtail Parka sebagai pelindung dari Smart Dressed yang mereka kenakan seperti three button suit and tie dengan penampilan Slim-Fit.
Mods ini perlahan menyebarkan pengaruhnya terhadap beberapa kota, negara, dan benua hingga pada akhirnya sampai pengaruhnya di Indonesia, salah satunya kota Bandung. Di Bandung, salah satu pengaruh Mods bisa dilihat pada Komunitas Beatboys yang konsisten semenjak diresmikan pada tahun 2008 hingga saat ini. Mods yang Beatboys jalani, tidak seutuhnya diterima dengan mentah-mentah, melainkan diakulturasi dengan kondisi yang ada di Kota Bandung baik dari sisi sosial dan geografis yang ada. Modsendemic-nya Beatboys dengan akulturasinya dibungkus sedemikian rupa sehingga cocok untuk diaplikasikan di Kota Bandung, namun tidak menghilangkan esensi utama dari Mods yakni, Music, Fashion, Scooter. Beatboys mungkin dalam kesehariannya terlihat berbeda dengan penganut Mods lainnya, menggunakan pakaian yang nyaman, mengikuti situasi dan kondisi yang cocok untuk digunakan sehari-hari namun tidak menghilangkan sisi Smart Dressed. Modernist yang Beatboys anut ini tidak stuck pada era 60an yang Mods Subculture gambarkan, melainkan mengikuti jaman namun tetap pada jalan yang masih beririsan dengan Mods secara luas.

Selain mengenai internal, Beatboys memberi ruang untuk mengekspresikan para peminat Mods dengan mengadakan beberapa agenda seperti March of the Mods, Indonesia Mods Mayday, dan Breakfast Club yang bisa diikuti oleh non-anggota Beatboys. Agenda tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Beatboys sebagai bentuk apresiasi atas tingginya antusias umum terhadap skena Mods yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Indonesia Mods Mayday menjadi salah satu acara puncak yang diselenggarakan oleh Beatboys yang “ditunggu-tunggu” yang dimana didalamnya tersirat edukasi secara tidak langsung mengenai Mods, salah satu contohnya yakni display dress Mods, rilisan fisik musik seperti piringan hitam dengan genre Mods, dan Scooter yang juga dipajang di venue acara.



